Arsip Blog NCC

January 13, 2007

Rendang, Gak Hanya Daging

Filed under: Articles - ncc @ 7:57 pm

Text by Kemala Yapaz (kemalaz at yahoo.com)
Photo by Dewi Anwar

Dear NCCers!

Saya ingin berbagi info tentang rendang Semoga bermanfaat atau sekedar memperluas khasanah teman-teman mengenai ” perendangan”.

Kalau kita mendengar kata rendang , pasti yang terbayang adalah rendang daging yang bewarna kecoklatan yang biasa disebut rendang Padang. Sebenarnya kalau di Padang (baca Sumatera Barat/Ranah Minang) rendang sangat banyak jenisnya bukan hanya daging seperti yang kita kenal di Jakarta ini. Dan umumnya rendang itu bewarna kehitaman dengan “dedak” yang garing berminyak tapi tidak pahit.

Jenis rendang antara lain:

  1. Rendang daging
    Biasa tidak berdiri sendiri tapi sering dicampur dengan kacang merah, kentang kecil-kecil bahkan singkong. Kacang merahnya bisa sampai garing dan kriuk Begitu pula singkong. Kentang biasanya dimasak bersama kulitnya dan dibelah dua.
  2. Rendang paru
    Biasa dimasak sendiri
  3. Rendang nangka
    Biasa dicampur dengan teri kering kecil. Yang dipakai adalah nangka yang sangat muda. Dimasak sampai bewarna coklat tua dan kering dan aroma terinya… hmmmm…
  4. Rendang belut
    Ada 2 jenis yaitu rendang belut luluh (hancur) yang memakai belut segar dan rendang belut kering yang memakai belut yang sudah dikeringkan. Rendang belut ini biasanya dicampur dengan daun kayu seperti daun alpukat daun belimbing wuluh dan baru dan lain-lain. Daunnya sampai kering dan menggulung , garing dan kriuuk.
  5. (more…)

January 3, 2007

Edamame

Filed under: Ingredients, Articles - ncc @ 6:14 pm

By Ophoeng (ophoeng at yahoo dot com)
Photo by Riana

Kalo cari camilan sehat, cari edamame! Pertama kali dihidangakan di resto makanan Jepang, kemudian diikuti oleh Sari Kuring juga, dihidangkan ‘edamame’ kukus yang bagus warnanya, ijo royo-royo nan merangsang… selera!

Edamame itu ya sebenernya sih kedele juga. Bisanya berwarna tetep ijo seksi begitu, kayaknya karena dikukus dan kemudian di’bleaching’, eh salah ya? Di ‘blanching’ apa gitu lho istilahnya, kayaknya saya pernah baca teknik ‘blanching’ yang dimuat di blog NCC kita, ditulis oleh boss kita, Bu FB. (Baca di sini, oom: Blanching -ed)

Kalau tidak diblanching, pastilah itu kulit edamame berubah menjadi kuning tidak menarik. Biasanya setelah matang, disimpan dlm kulkas dulu, dihidangkan dingin-dingin sebagai cemilan teman menunggu hidangan utama dimasak dan muncul tuk disantap.

(more…)

December 19, 2006

Manisan , Asinan dan Aseman ala Cirebon

Filed under: Articles - ncc @ 8:35 pm

By: Ophoeng (ophoeng at yahoo dot com)
Photo by: Agape

Hai, apakabarnya nih ya?
Sudah pada makan belum? (Ini sapaan gaya China, jarene, jeh!)

Secara Bu Lia yang lagi merantau jauh merasa kangen sama cemilan khas Cirebon, saya koq ya jadi terkenang kembali ke aneka cemilan yang berupa manisan dan asinan ala Cirebon…..

RAMBUSA

Ini manisan bunga Frambozia (ati-ati dengan nama satu jenis penyakit kulit yang berupa semacam ‘patek-an, sebutannya juga ada ‘frambosia’ apa gitu lho!), dulunya sih adalah satu-satunya alternatif cemilan anak-anak sekolah pada umumnya di Cirebon.

Jangan tanya kemana pada tuh McD, KFC, Dunkin Donuts, apalagi J-co, atau apa lagi, jaman saya kecil mah cemilannya ya cuma aneka manisan dan asinan. Hasil kreasi nan kreatif para encim-encim iseng mengolah hasil kebun di halaman rumah yang luas, berupa buah-buahan dan bunga-bungaan: cereme,belimbing wuluh, pencit (kalo istilah di Cirebon sih, sorry, ‘pentil’) bantet yang dibuang sayang dan… jeruk nipis.

Saya sudah coba nanya kepada mesin-mesin pencari di i-net, memasukkan kata ‘rambusa’, tapi masih belum ketemu yang saya maksud. Barangkali ada di antara teman yang tahu juga ttg ‘bunga’ yang enak dibuat manisan ini? Silakan bagi-bagi ceritanya ya, syukur-syukur kalau ada
yang bisa kirim fotonya.

Atau barangkali Bu Elly Tjan sudah tahu dan mau bagi-bagi nih?

CEREME

Bentuk buahnya sebesar anggur (yang kecil), berwarna hijau pucat, bijinya besar. Mirip (atau sama?) dengan buah ‘anggur Bogor’, atau bahasa Indonesianya Ciremai? Kalau dimakan mentah ya asem banget, tapicocok buat ngerujak atau lutisan buat yang lagi ngidam sih. Beberapa
peracik rujak yang asli Betawi, suka menambahkan buah cereme mentah ini sebagai ‘finishing touch’,ditambahkan ke rujak buah-buah segar, supaya lebih terasa lagi asem-asem nan seger-meger-nya. Dimakan pas siang ari panas terik, pakai bumbu kacang dan cabe rawit, wah……

Biasanya sih dibuat manisan, dengan tambahan gula tentu! Biasanya lagi,gulanya sudah ‘manjing’ meresap jadi satu ke daging buahnya, diberi warna merah maron, setengah kering, ditoplesin, boleh diambil sebiji dua untuk dicicipi sebelum anda beli secara ons-ons-an.

(more…)

November 25, 2006

Menciptakan Resep Es Krim

Filed under: Articles - nadrah @ 1:50 am

Firdaus Effendy (firdefex at yahoo dot com), BLATER Homemade Ice Cream
photo by http://static.howstuffworks.com/gif/ice-cream-ch.jpg

ice cream saya akan membagi sedikit pengalaman tentang es krim. Dari arsip NCC, saya belum menemukan materi yang akan saya sampaikan ini. Dengan memahami tulisan saya ini, maka ibu dan bapak-bapak tidak perlu repot mencari resep es krim, karena ibu-ibu dan Bapak-bapak sudah bisa menciptakan resep sendiri. (firdefex)

KOMPOSISI ES KRIM
Ada lima komponen penyusun es krim: Krim, Skim, Air, Gula dan Stabilizer. Kadar air dalam es krim antara 60%-62%, jika air terlalu banyak maka es krim menjadi kasar, jika air terlalu sedikit maka es krim akan menjadi terlalu padat. Untuk bisa creamy, 60%-62% itu sudah ukuran yang teruji.
Dengan demikian maka kadar bahan kering adalah 38%-40%.

MANFAAT KRIM
Krim adalah bagian yang paling banyak mengandung lemak pada susu. Panaskan susu sapi sampai suhu pasteur (70C-80C), kemudian dinginkan agak lama sampai muncul selaput yang makin lama makin tebal. Selaput inilah yang dinamakan krim, memang cuma sedikit karena kadar krim dalam susu sapi hanya 3.5%. Fungsi dari krim ini adalah memberikan aroma susu dan mencegah pembentukan kristal yang terlalu besar. Pada hakekatnya krim adalah lemak, maka kita bisa menggunakan lemak lain, umumnya adalah santan atau telur. Dengan konsekuensi akan berkurangnya/hilangnya aroma susu diganti menjadi aroma santan atau aroma telur, bisa juga kita campur ketiga lemak tersebut, terserah selera. Tapi tidak semua lemak bisa kita pakai untuk es krim, mentega atau korvet akan membuat es krim ngendal, minyak kedelai tidak ngendal tapi aroma es krim menjadi aneh. Jadi yang direkomendasikan adalah lemak susu, lemak telur dan lemak santan.
Saran saya, tetap gunakan lemak susu meskipun sedikit, agar apa yang ibu-ibu buat nanti bisa dinamakan es krim. Kadar lemak dalam es krim adalah 8%-16%.

(more…)

September 26, 2006

Kakap Merah AsPal

Filed under: Ingredients, Tips & Tricks, Articles - ncc @ 7:29 pm

By Resti Vurwarin (restiv at gmail.com)

Ketika di milis rame ngobrolin Kakap Merah palsu, Resti Vurwarin yang ‘tukang ikan’ pun ngasih pencerahan gimana membedakan kakap asli dari yang palsu. Terimakasih ya Resti :) Jadi kita gak ketipu lagi deeeh…. ——ed

Sebetulnya masalah kakap merah palsu ini sudah lama, tapi baru sekarang diexpose media. di pasar kramat jati, ato pasar rebo, sering juga terlihat dengan mencolok para penjual ikan mengusapkan cairan pewarna ke badan ikan agar merah.
sebetulnya kalo tempat penjualan cukup terang, secara kasat mata, hal ini bisa dibedakan, keliatan kok mana yg diberi pewrna mana yang tidak. Begitu juga dengan kerang, yang berwarna kuning cerah atau merah cabai, itu juga ga bebas pewarna.

Sayangnya, di supermarket pun, kerang dengan pewarna ini bisa masuk juga, karena spm terima jadi dari supplier, bukan membersihkan kerang sendiri. Lebih baik memilih kerang berwarna pucat (tidak menarik sih) daripada yg kuning cerah, ato beli yang masih bercangkang sekalian.

Untuk kakap merah, saya mulai menjual kepala kakap ke resto padang sejak harganya masih 9 rebu perak, sampe terakhir sebelum lebaran tahun kemarin yg sampe 12.500 per kilogram. Setelah lebaran, harga kepala kakap melejit ga karuan, bayangkan, untuk kepala ukuran 500 gr/buah, harganya 14 rebu di muarabaru, untuk fillet dari yang saya biasa beli 18 rebu sekilo, melejit jadi 28 ribu sekilo setelah lebaran kemarin.

Walhasil, saya brenti deh jadi penjual kakap.

Naah, ciri2 kakap merah asli:
(more…)

September 25, 2006

Memilih Udang dan Cumi-Cumi

Filed under: Ingredients, Tips & Tricks, Articles - ncc @ 7:44 pm

By Resti Vurmawrin (restiv at gmail.com)
Photo by sued

Berikut ini adalah ciri-ciri udang dan cumi-cumi segar:

Udang
Pilih udang yg masih kelihatan kekar, kaki dan kulitnya tidak mudah lepas begitu pula dengan bagian kepalanya. Kalau bisa, hindari memilih udang yang sudah mulai berwarna kehitaman, udang seperti ini sudah agak lama mati, walaupun tidak busuk. Bau udang segar, masih berciri amis khas udang, namun jika sudah dicampur dengan serbuk es, biasanya bau amis kurang tercium, jadi lebih baik menggunakan indera tangan dan mata untuk memilihnya. Udang yang masih bagus akan mudah tercerai berai jika kita ambil dengan tangan. Jika berani, kita bisa mencicipi udang mentah dengan mengigitnya, yang segar jika digigit masih ‘kemriuk‘.

(more…)

September 4, 2006

Table Manner a la Indonesia

Filed under: Articles - ncc @ 2:52 pm

By Ophoeng & Fitri Susanti
Image by Getty Images

Ophoeng (ophoeng at yahoo.com):

Kemaren dulu, saya pas lewat kawasan P.Jayakarta, Jakarta, di depan hotel Quality, ada spanduk besar dipasang (kalau kecil ya gak nampak dong ya,hehehe..) di depan gerbangnya, menawarkan kursus singkat ‘table manner’ seharga Rp 150 k.

TABLE MANNER BARAT

Mestinya yang dimaksud ‘table manner’ di situ pastilah yg ala barat punya, yang mennyediakan jejeran sendok garpu & pisau aneka ukuran dan aneka fungsi. Refot memang, kalau kita satu saat diberkahi diundang oleh penggede barat ala dubes, atau bahkan presiden AS atau ratu Inggris, ya siapa tahu toh nasib kita kelak? Bisa sajah anda suatu saat besanan ama pangeran Charles yang tetep ajah pangeran tuh walau sudah tuwek (pan kalau di buku, namanya pangeran ya kudu muda, ganteng, gagah, naek kuda putih, hehehe……), lha kalo anak-anak anda satu sekolah ama anak-anak beliau pan bisa aja kesempatan itu datang, jeh! Who knows?

(more…)

August 28, 2006

Kombinasi Masakan dalam Pesta

Filed under: Tips & Tricks, Articles - nadrah @ 12:53 pm

Ketika akan ada acara di rumah yang mengundang sana kerabat, kadang suka bingung untuk memilih padu padan menu yang cocok. Sebenernya nggak sulit kok mengatur paduan menu. Lia mencoba sharing beberapa tips nya gimana bikin kombinasi masakan dalam pesta di blog nya lia

August 26, 2006

Es Sekoteng vs Es Doger

Filed under: Articles - ncc @ 3:24 pm

by Ine DW
Photo by Sedap Sekejap

Kalau nurut buku “Pandai Masak” karangan Nyonya Rumah yang jadoel banget (terbitan tahun 60 atau 70-an), sekoteng itu adalah sagu, di bikin lembaran tipis warna warni, di potong kotak2 kecil, rasanya tawar dan teksturnya kenyal2. Persis dah dengan sekoteng instant yang di jual di supermarket. (ingat jaman kuliah sering stok sekoteng instant)

Wedang sekoteng, adalah sekoteng yang di sajikan dengan wedang jahe.

(more…)

August 14, 2006

Red White Meat vs White Red Meat

Filed under: Ingredients, Articles - ncc @ 4:45 pm

by Ophoeng
(ophoeng at yahoo dot com)
Photo by Jendo Neversil

Kalau boleh, saya mau bagi-bagi dikit cerita ttg warna daging yang berbeda-beda.

Saya penah baca di majalah Intisari lama banget, kalau kata pakar sih struktur daging kambing dengan daging sapi itu kudu-
nya sih identik, lha makanannya juga hampir sama:rumput-rumputan. Jadi tidak ada alasan mengapa daging kambing lebih ‘hot’ dan banyak kolesterolnya dibandingkan daging sapi. Mungkinlah saja karena daging kambing lebih banyak dibikin sate, en sate justru nikmatnya ya kudu pake gajihnya, maka masuklah sang kolesterol dalam gajih ikutan potongan daging sate itu ke tubuh kita.

DAGING MERAH-DAGING PUTIH

Secara garis besar,daging dibedakan berdasarkan tampilan warna yang kita lihat, yaitu atau daging merah, atau daging putih.

Termasuk ‘daging merah’ adalah daging yang berasal dari ternak besar semisal sapi, kerbau, domba, kambing, kuda, bb,dan lain-2. Sedang ‘daging putih’ adalah daging yang berasal dari unggas semisal ayam, burung, kalkun, ayam hutan, ikan-ikanan, hasil laut semisal udang-udangan (lobster, udang, kepiting) dan kerang-2an. Juga reptil semisal buaya, biawak, ular dan bulus, dan amphibia seperti kodok atau katak.

(more…)

Next Page »

Back to NCC-Indonesia.com

Creative Commons License
All content on this website is licensed under a Creative Commons License.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here