Edamame
By Ophoeng (ophoeng at yahoo dot com)
Photo by Riana
Kalo cari camilan sehat, cari edamame! Pertama kali dihidangakan di resto makanan Jepang, kemudian diikuti oleh Sari Kuring juga, dihidangkan ‘edamame’ kukus yang bagus warnanya, ijo royo-royo nan merangsang… selera!
Edamame itu ya sebenernya sih kedele juga. Bisanya berwarna tetep ijo seksi begitu, kayaknya karena dikukus dan kemudian di’bleaching’, eh salah ya? Di ‘blanching’ apa gitu lho istilahnya, kayaknya saya pernah baca teknik ‘blanching’ yang dimuat di blog NCC kita, ditulis oleh boss kita, Bu FB. (Baca di sini, oom: Blanching -ed)
Kalau tidak diblanching, pastilah itu kulit edamame berubah menjadi kuning tidak menarik. Biasanya setelah matang, disimpan dlm kulkas dulu, dihidangkan dingin-dingin sebagai cemilan teman menunggu hidangan utama dimasak dan muncul tuk disantap.
Tang Mien adalah memang kanji yang dalam istilah lainnya adalah starch. Starch adalah jenis karbohidrat kompleks yang tidak mudah larut. Starch bisa terbuat dari, biji2an, umbi akar, buah, batang pohon dan biji2 dari bunga.
By Resti Vurmawrin (restiv at gmail.com)
Kalau boleh, saya mau bagi-bagi dikit cerita ttg warna daging yang berbeda-beda.
Sebagai orang Jawa, rasanya agak aneh pertama kali saya mendengar nama tempoyak. Apalagi dengan “bumbu-bumbu” keterangan tentang cara pembuatan yang berlebihan, dan mungkin tidak benar, membuat membayangkan rasanya pun sudah enggan. Beruntung, saya memiliki keingintahuan yang besar untuk menikmati makanan di luar yang biasa saya nikmati. Itulah awal perkenalan saya dengan tempoyak.





