Memilih Udang dan Cumi-Cumi
By Resti Vurmawrin (restiv at gmail.com)
Photo by sued
Berikut ini adalah ciri-ciri udang dan cumi-cumi segar:
Udang
Pilih udang yg masih kelihatan kekar, kaki dan kulitnya tidak mudah lepas begitu pula dengan bagian kepalanya. Kalau bisa, hindari memilih udang yang sudah mulai berwarna kehitaman, udang seperti ini sudah agak lama mati, walaupun tidak busuk. Bau udang segar, masih berciri amis khas udang, namun jika sudah dicampur dengan serbuk es, biasanya bau amis kurang tercium, jadi lebih baik menggunakan indera tangan dan mata untuk memilihnya. Udang yang masih bagus akan mudah tercerai berai jika kita ambil dengan tangan. Jika berani, kita bisa mencicipi udang mentah dengan mengigitnya, yang segar jika digigit masih ‘kemriuk‘.







Mungkin bagi banyak orang yg telah lama terjun ke dapur dan per-ovenan, memindahkan kue yg telah disiram/dicoating cokelat ke alas kue dengan mulus adalah hal yg mudah. Tetapi bagi para pemula, hal yg ‘mudah’ itu bisa jadi sulit dan tidak terbayangkan. Bahkan bisa menjadi “bencana!”


Bagi kita-kita yang pemula binti amatir susah banget tune in nya kalau pada bilang adonan telur dan gula dikocok sampai kental dan berjejak.
Bete ketika si putih dan si kuning telur berpelukan sempurna dan tidak mau dipisahkan? Suebel ketika menemukan resep dengan putih dan kuning telur terpisah? Benci ketika alat pemisah kuning dan putih telur tidak bekerja maksimal?





